Queue manager hanya menyimpan informasi antrian active di dalam memori. Ukuran antrian active dibatasi sesuai dengan kebutuhan/tujuan: queue manager harusnya tidak akan kehabisan memory yang disebabkan oleh beban message yang mencapai puncaknya. Begitu ada ruang kosong di dalam antrian active queue,, queue manager akan memasukan sebuah message dari antrian incoming dan satu lagi dari antrian deferred. Hal ini menjamin bahwa mail baru dapat tetap lewat walaupun ada backlog yang besar.
Sebagai tambahan pada antrian-antrian di atas Postfix juga mengatur dua ruang parking. Antrian hold, yaitu digunakan untuk mail yang dibekukan dalam antrian; tidak akan ada usaha pengantaran mail tersebut sampai seseorang membebaskan message tersebut dengan perintah postsuper. Direktori corrupt digunakan untuk file antrian yang rusak. Daripada membuangnya, Postfix meletakkannya di sini untuk diperiksa oleh seseorang.
Postfix berusaha ramah terhadap lingkungan jaringan. Saat menyampaikan mail ke sebuah site, Postfix pertama-tama tidak akan membuat koneksi lebih dari dua koneksi yang bersamaan. Selama penyampaian berhasil, concurrency (delivery mail secara bersama-sama) secara perlahan ditingkatkan sampai dengan limit yang telah dikonfigurasikan (atau sampai host tidak dapat mengangani beban kerjanya); concurrency diturunkan jika mengalami masalah. Bagi yang sudah biasa dengan detail penggunaan TCP/IP, Postfix menggunakan analog algoritma TCP slow start-nya sendiri.
Pada keadaan biasa, Postfix akan melakukan delivery/penyampaian secara serentak hanya pada domain yang sama, jika kinerja tidak mencukupi untuk membuat semua outbound channel SMTP bekerja terus. Jadi, misal AOL untuk sementara offline dan kemudah kembali lagi, diharapkan tidak menghentikan pengiriman oleh system ke site-site lain.
Jika mail sampai lebih cepat daripada yang disampaikan, maka Postfix akan menangani mail baru pada mail yang ditangguhkan. Idenya, mail baru seharusnya disampaikan dengan penundaan yang sesedikit mungkin; mail yang tertunda dapat di sampaikan pada saat sistem sedang idle.
Pada saat usaha penyampaian ulang gagal, time stamp file antrian diubah ke waktu yang akan datang yang disesuaikan dengan umur pesan. Sehingga, waktu antara usaha penyampaian dilipatkan setiap kali. Strategi exponential backoff ini bekerja secara efektif.