Postfix
Overview - Goals and Features
Up one level | Introduction | Goals and features | Global architecture | Queue Management | Security
Primary goals
Tujuan dari proyek Postfix adalah untuk membuat alternatif dari
program Sendmail UNIX yang bisa bertahan (terus menerus).
Tujuan yang lebih spesifik, dan cara Postfix untuk mencapainya adalah
:
- Penyebaran secara luas. Postfix harus bisa dimengerti oleh banyak
orang untuk menghasilkan hasil yang nyata pada performasi email dan
keamanan. Oleh sebab itu software (Postfix) diberikan secara free,
dengan tanpa strings(?) yang disertakan didalamanya.
- Performasi. Postfix tiga kali lebih cepat dari pesaing
terdekatnya. Sebuah desktop yang menjalankan Postfix bisa menerima dan
mengantarkan jutaan message yang berbeda setiap hari. Postfix
menggunakan trik web server untuk mengurangi kelebihan pembuatan
proses dan penggunaan trik yang lain untuk mengurangi kelebihan beban
sistem, tanpa mengabaikan kehandalan.
- Penyesuaian. Postfix dibuat agar cocok dengan sendmail untuk
memudahkan migrasi (perpindahan). Postfix mendukung
/var[/spool]/mail, /etc/aliases, NIS, dan file
~/.forward. Meskipun demikian, Postfix juga mencoba untuk
mempermudah pengelolaan, maka dari itu Postfix tidak
menggunakan sendmail.cf.
- Keselamatan dan ketahanan. Postfix dibuat untuk bertindak wajar
dalam keadaaan tertekan. Ketika sistem lokal kehabisan ruang
penyimpanan atau
memori, software Postfix mundur/mengalah, daripada membuat masalah
yang lebih buruk. Pada dasarnya, tidak ada program Postfix yang terus
berkembang seperti halnya bertambahnya jumlah message dan sebagainya.
Postfix dibuat agar selalu tetap dalam kontrol.
- Kemudahan. Postfix dibuat lebih dari lusinan program-program kecil
yang setiap program melaksanakan satu tugas khusus: menerima sebuah
message dari SMTP, mengirim sebuah message lewat SMTP, mengirim sebuah
message secara lokal, dan menulis-ulang alamat-alamat, dan seterusnya.
Sistem dengan keperluan yang khusus bisa mengganti satu atau lebih
program dengan versi alternatif. Dan juga sangat mudah untuk mematikan
fungsinya: firewalls dan client workstations tidak memerlukan
pengiriman lokal secara keseluruhan.
- Keamanan. Postfix menggunakan berbagai macam tingkatan untuk
mempertahankan sistem lokal dari penyusup. Hampir setiap daemon
Postfix dan dijalankan dalam penjara chroot dengan hak pengguna
yang rendah (low privileges). Tidak ada jalur langsung dari jaringan
sistem kemanan yang sensitif pada program pengiriman - seorang
penyusup harus melumpuhkan beberapa program terlebih dahulu. Postfix
juga tidak percaya begitu saja terhadap file-file queue (antrian)-nya,
atau isi dari IPC message-nya. Postfix menyaring informasi yang
diberikan oleh pengirim sebelum mengekspornya melalui environment
variable. Terakhir kali, tidak ada program Postfix yang diset
set-uid.
Other significant features of interest
- Multiple transports. Dulunya,
pembuat Postfix menggunakan Sendmail yang dapat me-relay diantara
(program-program) di Internet, DECnet, X.400 dan UUCP. Postfix dibuat
semudah mungkin untuk dioperasikan dalam keadaan tersebut diatas tanpa
memerlukan domain virtual atau alias yang sifatnya tidak elegan.
Meskipun demikian, pada permulaan rilis Postfix hanya bisa berhubungan
dengan (protokol) SMTP, dan hanya mempunya sedikit dukungan terhadap
(protokol) UUCP.
- Virtual domains. Dalam
kasus-kasus yang umum, penambahan dukungan terhadap virtual domain
membutuhkan hanya membutuhkan sebuah file tunggal tabel lookup di
Postfix. Program (email) yang lain biasanya membutuhkan beberapa
tingkat alias dan redirection untuk mendapatkan hasil yang sama.
- UCE control. Postfix dapat membatasi
host-host yang bisa merelay email mereka melalui sistem Postfix, dan
mendukung pembatasan terhadap (jenis) mail yang diijinkan masuk.
Postfix menerapkan prasangka seperti biasa: daftar hitam (blacklist),
lookup RBL, lookup HELO/sender. Penyaringan isi (content filtering)
belum diterapkan.
- Table lookups. Postfix belum menerapkan
bahasa penulisan ulang terhadap alamat (address rewriting language).
Alih-alih itu hanya membuat tabel lookup yang panjang. Tabel dapat
berupa lokal file dbm atau db, atau maps pada jaringan
seperti NIS or NetInfo. Penambahan dukungan terhadap
mekanisme lookup yang lain relatif mudah.
Up one level | Introduction | Goals and features | Global architecture | Queue Management | Security