# JANGAN EDIT BERKAS INI. EDITLAH BERKAS MAIN.CF. SEMUA PARAMETER DIBAWAH # HANYA DIGUNAKAN SEBAGAI CONTOH. # # Berkas ini berisikan contoh-contoh setting bagi parameter-parameter # konfigurasi Postfix dalam kategori lain-lain. # Parameter allow_min_user menentukan apakah sebuah alamat penerima # dapat memiliki sebuah '-' sebagai karakter pertamanya. Secara default, # karakter tersebut tidak diperbolehkan, untuk menghindari insiden dengan # perangkat lunak yang melewatkan alamat-alamat email melalui baris perintah. # allow_min_user = no # Parameter always_bcc menentukan alamat opsional yang menerima sebuah # salinan bagi setiap pesan email yang masuk kedalam sistem yang # menggunakan Postfix, tidak termasuk bounce-bounce (email balik) yang # dihasilkan server email lokal. # # CATATAN: jika email menuju alamat BCC bounce (berbalik), maka akan # dikembalikan kepada pengirimnya. # always_bcc = # Parameter daemon_timeout menentukan seberapa lama waktu yang disediakan # oleh sebuah daemon untuk menjawab sebuah permintaan/request sebelum # menganggap permintaan tersebut macet sehingga daemon akan berhenti # berjalan. # # Unit waktu: s (detik), m (menit), h (jam), d (hari), w (minggu). # Default unit waktu adalah s (detik). # daemon_timeout = 18000s # Parameter berkeley_db_create_buffer_size menentukan ukuran penyangga # I/O per-tabel untuk program-program yang membuat tabel hash atau btree # bagi Berkeley DB. Tentukan jumlah dalam byte. Ukuran default penyangga # adalah sebesar 16MB. # berkeley_db_create_buffer_size = 16777216 # Parameter berkeley_db_read_buffer_size menentukan ukuran penyangga # I/O per-tabel untuk program-program yang membaca tabel hash atau btree # bagi Berkeley DB. Tentukan jumlah dalam byte. Ukuran default penyangga # adalah sebesar 128KB. # berkeley_db_read_buffer_size = 131072 # Parameter default_database_type menentukan tipe database default # agar dapat digunakan oleh program postalias(1) dan postmap(1). Pada # sistem-sistem UNIX, tipe default bisa "dbm" atau "hash". Tipe default # ditentukan ketika membangun(build) sistem Postfix. # #default_database_type = hash #default_database_type = dbm # Parameter default_transport menentukan pesan default bagi transport # yang digunakan untuk pengiriman email bagi domain-domain yang tidak # cocok dengan parameter mydestination, inet_interfaces, # virtual_alias_domains, virtual_mailbox_domains, relay_domains, dan # bila tidak ada transport yang disebutkan secara eksplisit yang tertera # pada tabel transport(5). # # Tentukan sebuah string dengan bentuk transport:nexthop, dimana # transport adalah nama sebuah transport pengiriman email yang telah # ditentukan pada berkas master.cf. Transport dan nexthop bisa bersifat # opsional. Untuk lebih detail, lihat contoh berkas transports. # #default_transport = uucp:relayhostname default_transport = smtp # Parameter double_bounce_sender menentukan alamat pengirim untuk email # yang harus dibuang ketika email tersebut tidak dapat dikirimkan. Alamat # tersebut haruslah unik. Semua email bagi alamat ini akan dibuang # secara diam-diam, agar dapat menghentikan email yang bounce berulang-ulang. # double_bounce_sender = double-bounce # Parameter enable_original_recipient mengaktifkan dukungan bagi # header X-Original-To, yang diperlukan oleh mailbox-mailbox yang # bersifat multi-penerima. Ketika parameter ini diset dengan nilai yes, # daemon cleanup akan melakukan penghapusan ganda bagi pasangan-pasangan # nilai yang saling berbeda dari (penerima asli, penerima yang alamatnya # mengalami penulisan ulang), dan membuat berkas-berkas catatan yang tidak # kosong bagi antrian penerima asli. Ketika parameter ini diset dengan # nilai no, daemon cleanup akan melakukan penghapusan ganda hanya bagi alamat # penerima yang mengalami penulisan ulang, dan membuat berkas-berkas catatan # yang tidak kosong bagi penerima asli. Nilai defaultnya adalah "yes". # enable_original_recipient = yes # Parameter export_environment menentukan nama-nama parameter environment # yang oleh Postfix akan di ekspor ke proses yang non Postfix. # # - TZ diperlukan untuk menjaga keadaan waktu bagi sistem-sistem # keluarga SYSV # # Tentukan sebuah daftar yang berisikan nama-nama dan/atau pasangan # nama=nilai, yang dipisahkan oleh spasi atau koma. # #export_environment = TZ PATH=/bin:/usr/bin export_environment = TZ # Parameter hash_queue_depth menentukan jumlah tingkatan subdirektori # dibawah direktori-direktori antrian yang terdaftar pada parameter # hash_queue_names. # # Berbagai tingkatan direktori dapat mempercepat pengaksesan direktori # karena mengurangi jumlah berkas per direktori. # # Setelah mengubah parameter hash_queue_names atau hash_queue_depth, # jalankan Postfix dengan perintah "postfix reload" dan "postfix check" # hash_queue_depth = 2 # Parameter hash_queue_names menentukan nama-nama direktori antrian yang # akan dipecah menjadi banyak tingkatan direktori. Pembuatan hash DILARANG # digunakan pada direktori maildrop yang memiliki hak akses dapat-ditulisi- # oleh-siapa-saja. Pembuatan hash HARUS digunakan bagi direktori berkas # log yang mencatat email yang tertunda (defer), jika tidak ingin # kemampuan sistem server mail menjadi jelek. # # Sayangnya, pembuatan hash bagi antrian yang masuk atau tertunda sebenarnya # dapat memperlambat jalannya sistem server mail (perintah mailq # dengan pilihan antrian yang kosong bisa membutuhkan beberapa detik) # sehingga pembuatan hash harus dilakukan hanya pada keadaan darurat saja. # # Setelah mengubah parameter hash_queue_names atau hash_queue_depth, # jalankan Postfix dengan perintah "postfix reload" dan "postfix check" # hash_queue_names = defer # Parameter hopcount_limit membatasi jumlah pesan ber-header Received: # Sebuah pesan yang melebih batas yang ditentukan akan di bounce/kembalikan. # hopcount_limit = 50 # Parameter import_environment menentukan nama-nama parameter # environment yang terletak diatasnya yang akan diimpor oleh Postfix. # # - TZ diperlukan untuk menjaga keadaan waktu bagi sistem-sistem # keluarga SYSV. # - DISPLAY dan XAUTHORITY dibutuhkan untuk melakukan proses debug # bagi daemon Postfix yang dilakukan dengan program debug yang berjalan # di lingkungan X. # - MAIL_CONFIG dibutuhkan agar perintah "postfix -c" dapat berjalan. # # Tentukan sebuah daftar nama-nama dan/atau pasangan nama=nilai, yang # dipisahkan oleh spasi atau koma. # #import_environment = MAIL_CONFIG TZ XAUTHORITY DISPLAY HOME PURIFYOPTIONS import_environment = MAIL_CONFIG MAIL_DEBUG MAIL_LOGTAG TZ XAUTHORITY DISPLAY # Parameter inet_interfaces menentukan alamat-alamat antar muka jaringan # yang menerima email. secara default, perangkat lunak akan mengklaim # semua antar muka jaringan yang sedang aktif pada server. Parameter # tersebut juga mengontrol pengiriman mail ke pengguna@[alamat.ip]. # # Lihat juga parameter proxy_interfaces, bagi alamat-alamat jaringan # yang di firward kepada kita melalui sebuah proxy atau penerjemah alamat. # # Catatan: anda perlu untuk mengehentikan dan menjalankan kembali Postfix # ketika melakukan perubahan terhada parameter ini. # inet_interfaces = all # Parameter proxy_interfaces menentukan alamat-alamat antar muka # jaringan yang menerima email melalui sebuah proxy atau penerjemah # alamat. Parameter ini memperluas daftar alamat yang telah ditentukan # pada parameter inet_interfaces. # # Anda harus menentukan alamat-alamat proxy/NAT ketika sistem anda # menjadi MX host cadangan bagi domain-domain lain, bila tidak maka # akan terjadi pengiriman email yang berulang-ulang ketika MX host # utama sedang tidak aktif. # #proxy_interfaces = #proxy_interfaces = 1.2.3.4 # Parameter ipc_idle membatasi waktu senggang bagi kanal komunikasi # internal setelah sebuah klien memutuskan komunikasi secara sukarela. # Kegunaan parameter ini adalah untuk memperbolehkan server-server # menghentikan prosesnya secara sukarela setelah berada dalam keadaan # senggang. Digunakan, sebagai contoh, oleh proses penentuan alamat # dan klien-klien yang melakukan penulisan ulang alamat. # # Unit waktu: s (detik), m (menit), h (jam), d (hari), w (minggu). # Default unit waktu adalah s (detik). # ipc_idle = 100s # Parameter ipc_ttl membatasi waktu aktif bagi kanal komunikasi internal # setelah sebuah klien memutuskan komunikasi secara sukarela. Kegunaan # parameter ini untuk memperbolehkan server-server menghentikan prosesnya # secara sukarela setelah mencapai batas waktu klien mereka. Digunakan, # sebagai contoh, bagi proses penentuan alamat dan klien-klien yang # melakukan penulisan ulang alamat. # # Unit waktu: s (detik), m (menit), h (jam), d (hari), w (minggu). # Default unit waktu adalah s (detik). # ipc_ttl = 1000s # Parameter ipc_timeout menentukan batas waktu maksimum bagi aktivitas I/O # pada jalurjalur komunikasi internal. Maksudnya adalah untuk menghindari # kejadian macetnya eksekusi program. Jika batas waktu tersebut terlampaui, # maka eksekusi program akan berhenti, disertai pemberitahuan bahwa telah # terjadi kesalahan fatal saat eksekusi tersebut. # # Unit waktu: s (detik), m (menit), h (jam), d (hari), w (minggu). # Default unit waktu adalah s (detik). # ipc_timeout = 3600s # Parameter mail_name menentukan nama sistem mail yang digunakan # pada header Received:, layar sambutan SMTP dan mail yang dikembalikan # (bounce). # mail_name = Postfix # Parameter mail_owner menentukan pemilik antrian Postfix dan bagi # sebagian besar proses-proses di Postfix. Tentukan dengan sebuah # account YANG TIDAK BERBAGI GRUP DENGAN ACCOUNT LAIN DAN YANG TIDAK # MEMILIKI BERKAS ATAU PROSES LAIN YANG ADA PADA SISTEM. Khususnya, # jangan tentukan sebagai nobody atau daemon. GUNAKAN NAMA PENGGUNA # YANG TELAH DIRENCANAKAN. # mail_owner = postfix # Parameter mail_version menentukan versi resmi dari sistem mail. # String versi bisa digunakan dalam, sebagai contoh, layar sambutan # SMTP. # mail_version = 19981207 # Parameter max_idle membatasi waktu tunggu proses daemon Postfix bagi # permintaan servis selanjutnya sebelum keluar. Parameter ini diabaikan # oleh pengatur antrian Postfix. # # Unit waktu: s (detik), m (menit), h (jam), d (hari), w (minggu). # Default unit waktu adalah s (detik). # max_idle = 100s # Parameter max_user membatasi jumlah permintaan servis yang ditangani # oleh suatu proses daemon di Postfix sebelum diputuskan. Parameter ini # diabaikan oleh queue manager di Postfix. max_use = 100 # Parameter mydestination menentukan daftar domain yang dianggap sebagai # tujuan akhir oleh Postfix. # # Domain-domain ini diteruskan ke agen deliveri yang telah ditentukan # oleh seting parameter local_transport. Secara default, agen tersebut # adalah agen deliveri di UNIX yang akan melookup semua penerima di # /etc/passwd dan /etc/aliases atau sejenisnya. # # Defaultnya adalah $myhostname + localhost.$mydomain. Pada suatu mail # domain gateway, anda harus memasukkan $mydomain. # # Jangan memasukkan nama-nama dari virtual domain - yaitu domain yang # ditentukan dilain tempat (lihat sample-virtual.cf) # # Jangan memasukkan nama-nama dari domain yang menggunakan mesin ini # sebagai backup MX. Masukkan nama-nama tersebut pada seting relay_domains # untuk server SMTP, atau gunakan permit_mx_backup jika anda malas (lihat # sample-smtpd.cf) # # Mesin ini adalah selalu menjadi tujuan akhir untuk email dengan tujuan # ke user@[alamat.network] dari interface mesin ini (lihat parameter # inet_interfaces). # # Masukkan daftar host atau nama domain, /file/name, atau pola type:table, # yang dipisahkan oleh koma dan/atau spasi. Pola /file/name akan diganti # dengan isi dari filename tersebut; sedangkan type:table akan sesuai ketika # suatu nama tepat dengan kriteria pencarian. Teruskan suatu baris yang # panjang dengan memulai baris berikutnya dengan spasi. # # Lihat sample-smtpd.cf untuk penjelasan tentang parameter local_recipients_maps # dan unknown_local_recipient_reject_code. Secara default, suatu server # SMTP menolak email untuk penerima yang tidak terdaftar pada parameter # local_recipients_maps. # #mydestination = $myhostname, localhost.$mydomain $mydomain #mydestination = $myhostname, localhost.$mydomain www.$mydomain, ftp.$mydomain mydestination = $myhostname, localhost.$mydomain # Parameter mydomain menentukan lokal internet domain name. Defaultnya # adalah menggunakan $myhostname yang dikurangi dengan komponen pertamanya. # $mydomain digunakan sebagai default value oleh berbagai konfigurasi # parameter yang lain. # #mydomain = domain.tld # Parameter myhostname menentukan hostname dari sistem email ini. # Defaultnya adalah menggunakan domain name yang lengkap dari hasil # gethostname(). $myhostname digunakan sebagai default value oleh # berbagai konfigurasi parameter yang lain. # #myhostname = host.domain.tld # Parameter myorigin menentukan domain untuk email yang datang dari # lokal. Defaultnya adalah dengan menggunakan $myhostname, yang OK # bilamana digunakan untuk site-site yang kecil. Jika anda menjalankan # domain pada bermacam-macam mesin, anda harus (1) mengubahnya menjadi # $mydomain dan (2) mensetting keseluruhan database alias pada suatu # domain masing-masing user menuju ke user@that.users.mailhost. # #myorigin = $mydomain myorigin = $myhostname # Parameter mynetwork menentukan daftar dari client SMTP yang di"percaya" # yang memiliki hak lebih dari "orang lain". # # Dalam suatu hal, client SMTP yang di"percaya" diperbolehkan untuk # menggunakan relay melalui Postfix. Lihat parameter smtpd_recipient_restrictions # di file sample-smtpd.cf. # # Anda bisa menambahkan sendiri daftar network yang di"percaya" atau # anda bisa membiarkan Postfix mengerjakannya untuk anda (default). # # Defaultnya (mynetworks_style = subnet), Postfix "mempercayai" client # SMTP pada suatu subnet yang sama dari mesin tersebut. # # Gunakan "mynetworks_style = class" jika menginginkan Postfix untuk # "mempercayai" client SMTP pada class yang sama A/B/C. # Jangan memakai konfigurasi ini jika menggunakan dialup - yang akan # menyebabkan Postfix "mempercayai" seluruh network ISP anda. Lebih baik # tentukan daftar mynetworks secara manual seperti yang dijelaskan dibawah # ini. # # Gunakan "mynetworks_style = host" ketika Postfix harus "mempercayai" # hanya pada local machine. # #mynetworks_style = class #mynetworks_style = subnet #mynetworks_style = host # Sebagai alternatif, anda bisa menentukan daftar mynetwork secara # manual, dimana Postfix akan mengabaikan seting mynetworks_style. # # Gunakan daftar pola dari network/netmask, dimana mask menentukan # jumlah bit bagian network dari suatu host address. # # Anda juga bisa menggunakan absolut pathname dari file berpola. # #mynetworks = 168.100.189.0/28, 127.0.0.0/8 # Parameter notify_classes menentukan daftar dari error classes yang # dilaporkan kepada postmaster. Defaultnya adalah hanya melaporkan # masalah-masalah yang serius. Seorang yang paranoid mungkin bisa # melaporkan pula masalah policy (pelanggaran anti UCE) dan protokol # error (broken mailers). # # Class dari error tersebut adalah: # # bounce: Kirimakan ke postmaster salinan dari header email yang bounce. # 2bounce: Kirimkan email bounce yang tidak terkirim ke postmaster. # delay: Kirimkan ke postmaster salinan dari header email yang tertunda. # policy: Kirimkan ke postmaster transkrip dari semua session SMTP ketika # suatu request dari client ditolak karena policy (UCE). # protocol: Kirimkan ke postmaster transkrip dari semua session SMTP ketika # suatu terjadi protokol error pada client atau server. # resource: Kirimkan ke postmaster email yang tidak terkirim yang disebabkan # oleh masalah resource (sumber daya). # software: Kirimkan ke postmaster email yang tidak terkirim yang disebabkan # oleh masalah software (perangkat lunak). # #notify_classes = bounce,delay,policy,protocol,resource,software #notify_classes = 2bounce,resource,software notify_classes = resource,software # Parameter-parameter berikut ini menentukan siapa yang mendapatkan # pemberitahuan jika salah satu masalah diatas ditemukan. Semua parameter # defaultnya diset ke "postmaster". # bounce_notice_recipient = postmaster 2bounce_notice_recipient = postmaster delay_notice_recipient = postmaster error_notice_recipient = postmaster # Parameter parent_domain_matches_subdomains menentukan apakah Postfix # menggunakan fitur pola "domain.tld sesuai sub.domain.tld" alih-alih # Postfix membutuhkan ".domain.tld". Hal ini dirancang supaya backward # compatibility: akhirnya, semua fitur-fitur Postfix diharapkan membutuh- # kan pola ".domain.tld". # parent_domain_matches_subdomains = debug_peer_list,fast_flush_domains, mynetworks,permit_mx_backup_networks,qmqpd_authorized_clients, relay_domains,smtpd_access_maps # Parameter proces_id_directory menentukan direktori untuk lock file yang # letaknya relatif terhadap direktori queue di Postfix. Fasilitas ini # digunakan oleh daemon master untuk mengunci daemon master yang sedang # berjalan. # # Catatan: variabel ini adalah read-only. # process_id_directory = pid # Parameter daemon_directory menentukan letak lokasi dari daemon dan # program-program pendukung Postfix. Direktori ini harus dimiliki oleh # root. # daemon_directory = /usr/libexec/postfix # Parameter queue_directory menetukan lokasi dari queue di Postfix. # Ini juga merupakan root direkatori dari daemon Postfix yang berjalan # chrooted. File-file pada subdirektori examples/chroot-setup menjelaskan # bagaimana cara mengeset suatu Postfix yang dichroot pada sistem UNIX # yang berbeda-beda. # queue_directory = /var/spool/postfix # Parameter recipient_delimiter menentukan tanda pemisah antara username # dan address extension (user+foo). Lihat canonical(5), local(8), # relocated(5) dan virtual (5) untuk sesuatu yang dihasilkan pada # pencarian aliases, canonical, virtual, relocated dan file .forward. # Pada dasarnya, software akan mencoba user+foo dan .forward+foo sebelum # mencoba user dan .forward. # #recipient_delimiter = + recipient_delimiter = # Parameter propagate_unmatched_extensions menentukan tabel lookup # apa yang akan mengcopy address extension dari suatu lookup key ke # hasil lookup. # # Sebagai contoh, suatu entry pada tabel virtual "joe@doamin joe.user", # maka alamat joe+foo@domain akan direwrite menjadi joe.user+foo. # Address extension dapat disebarkan pada canonical, virtual, dan # alias maps, seperti halnya pada .forward dan file :include:, # termasuk mailing list!! # # Defaultnya, hanya canonical dan virtual maps yang menyebarkan # address extension ke hasil lookup. Mengaktifkan fitur ini ketype # lain dari suatu lookup biasanya menyebabkan masalah ketika suatu # email diforward ke lain alamat, khususnya pada email yang dikirimkan # ke suatu mailing list. # #propagate_unmatched_extensions = canonical, virtual, alias, forward, include #propagate_unmatched_extensions = canonical, virtual # Parameter recipient_bcc_maps menentukan tabel lookup opsional untuk # otomasi penerima BCC untuk setiap alamat penerima. Setiap entry pada # suatu tabel harus mengandung persis satu alamat penerima. Alanat BCC # akan ditambahkan ketika email datang dari luar Postfix. # # Defaultnya, fitur ini tidak aktif. # # Tentukan tipe dan nama database yang digunakan. Setelah perubahan, # jalankan "postmap /etc/postfix/recipient_bcc". # # Catatan: jika email ke alamat BCC bounce maka akan dikembalikan ke # pengirimnya. # #recipient_bcc_maps = hash:/etc/postfix/recipient_bcc recipient_bcc_maps = # Parameter relayhost menentukan host default yang dugunakan untuk # meneruskan email ketika entry yang sesuai pada tabel transport(5). # Ketika relayhost tidak diisi, maka email akan diteruskan langsung # ke tujuaannya. # # Di intranet, gunakan domain name. Jika internal DNS anda tidak menggunakan # record MX, gunakan nama dari gateway host. # # Untuk SMTP, gunakan suatu domain, host, host:port, [host]:port, # [address] atau [address]:port; bentu [host] akan menghindari lookup MX. # # Jika anda terhubung melalui UUCP, lihat juga parameter default_transport. # #relayhost = $mydomain #relayhost = gateway.my.domain #relayhost = uucphost #relayhost = [an.ip.add.ress] relayhost = # Parameter relocated_maps menentukan tabel opsiona dengan kontak # informasi untuk user-user, host, domain yang sudah tidak aktif. # lihat relocated(5) untuk jelasnya. # # Defaultnya, fitur ini tidak aktif. # # Tentukan tupe dan nama database yang akan digunakan. Setelah melakukan # perubahan, jalankan perintah "postmap /etc/postfix/relocated", kemudian # "postfix reload". # #relocated_maps = hash:/etc/postfix/relocated relocated_maps = # Parameter resolve_dequoted_address mengontrol bagaimana Postfix # menterjemahkan suatu alamat. # # Defaultnya, Postfix address resolver tidak menquote address localpart # seperti dijelaskan oleh RFC 822, maka tambahan operator @ atau % atau ! # akan tetap terlihat. Perilaku ini aman, tapi pada prinsipnya keliru. # # Jika anda menggunakan "resolve_dequoted_address = no", maka Postfix # resolver tidak tahu tentang penambahan operator @ dan lain sebagainya # di suatu address localpart. Hal ini akan membukan kesempatan terhadap # serangan mail relay seperti alamat user@domain@domain ketika Postfix # menyediakan servis backup MX untuk sistem Sendmail. # resolve_dequoted_address = no # Parameter sender_bcc_maps menentukan tabel lookup opsional dengan # otomasi BCC penerima untuk setiap alamat pengirim. Setiap entri # pada tabel harus mengandung tepat satu alamat penerima. BCC address # akan ditambahkan ketika email masuk dari luar Postfix. # # Defaultnya, fitur ini tidak aktif. # # Tentukan tipe dan nama database yang digunakan. Setelah melakukan # perubahan jalankan "postmap /etc/postfix/sender_bcc". # # Catatan: jika email ke alamat BCC bounce, maka akan dikembalikan # ke pengirimnya. # #sender_bcc_maps = hash:/etc/postfix/sender_bcc sender_bcc_maps = # Parameter syslog_facility mengontrol dimana logging di Postfix # akan dikirim oleh daemon syslog. Tentukan fasilitas logging # seperti yang dijelaskan pada syslog.conf(5). Defaultnya adalah # "mail". # # Awas: seting syslog_facility non-default akan aktif setelah proses # inisialisasi. Beberapa error inisialisasi akan dilog dengan fasilitas # default, khususnya error ketika memparsing command line dan error # ketika mengakses file konfigurasi main.cf di Postfix. # syslog_facility = mail # Parameter syslog_name menentukan nama sistem email yang akan ditampilkan # dalam record proses di syslog, sebagai contoh maka "smtpd" akan menjadi # "postfix/smtpd". # # Awas: seting syslog_name non-default akan aktif setelah proses # inisialisasi. Beberapa error inisialisasi akan dilog dengan fasilitas # default, khususnya error ketika memparsing command line dan error # ketika mengakses file konfigurasi main.cf di Postfix. # syslog_name = postfix # Parameter trigger_timeout membatasi jumlah waktu untuk mengirimkan # suatu sinyal ke daemon Postfix. Hal ini untuk mencegah program # menjadi stuck ketika sistem email bekerja pada load yang tinggi. # # Satuan waktu: s (detik), m (menit), h (jam), d (hari), w (minggu). # Default satuan waktu adalah dalam s (detik). # trigger_timeout = 10s # Parameter delay_warning_time menentukan berapa lama waktu yang di # butuhkan untuk mengirim peringatan setelah email tidak terkirim. # Defaultnya tidak ada peringatan yang dikirimkan. # # Satuan waktu: s (detik), m (menit), h (jam), d (hari), w (minggu). # Default satuan waktu adalah dalam h (jam). # #delay_warning_time = 0h