# JANGAN EDIT FILE INI. EDITLAH FILE MAIN.CF. # ISI FILE INI HANYA BERFUNGSI SEBAGAI CONTOH. # # File ini berisi contoh settingan parameter konfigurasi Postfix # yang mengatur proses pencarian (lookup) pada LDAP. Source code # untuk LDAP lookup tersedia terpisah pada http://www.postfix.org/ # Parameter timeout menspesifikasikan waktu timeout bagi pencarian # database LDAP. # #timeout = 10 # Parameter search_base menentukan database LDAP yang akan dicari. # #search_base = # Parameter server_host menspesifikasikan hostname dari server # LDAP. # #server_host = localhost # Parameter server_port menspesifikasikan port dari server LDAP. # #server_port = 389 # Parameter version menspesifikasikan versi dari protokol LDAP # yang digunakan. # #version = 2 # Parameter query_filter menentukan filter yang digunakan dalam # proses pencarian. Pengganti untuk "%s" adalah: # - masukan alamat pada map; contohnya untuk mapping alias, # - bagian "user" (RFC 2822 local-part) pada "user@domain.com" # untuk To: alamat yang ditujukan untuk pengiriman lokal # (alamat-alamat yang sesuai pada $mydestination atau suatu # virtual domain), # - seluruh "user@domain.com" (RFC 2822 addr-spec) untuk alamat # yang lain. # "%u" hanya menyediakan bagian user dari masukan (input), # sedangkan "%d" hanya menyediakan hostname. # #query_filter = (mailacceptinggeneralid=%s) # Parameter result_filter menspesifikasikan filter yang akan # dijalankan pada atribut-atribut dari hasil pencarian. Lihat # parameter query_filter di atas untuk pengembangan selanjutnya. # #result_filter = %s # Parameter result_attribute menentukan atribut-atribut apa saja # yang akan ditampilkan sebagai hasil pencarian. # #result_attribute = maildrop # Parameter special_result_attribute me-list atribut-atribut dari # suatu entry yang mengandung link, apakah itu url dari ldap atau # sebuah nama khusus. Entry yang dirujuk oleh link-link ini # (secara rekursif) diperlakukan seakan-akan berada dalam kelompok # yang dirujuk langsung. # #special_result_attribute = # Parameter scope menentukan ruang lingkup pencarian LDAP: sub, # base atau one. # #scope = sub # Parameter bind menentukan apakah harus bind ke server pada saat # pencarian. Implementasi LDAP v3 tidak memerlukan fitur ini, # sehingga menghemat overhead. # #bind = yes # Parameter bind_dn menentukan nama yang akan digunakan pada saat # melakukan bind ke server. # #bind_dn = # Parameter bind_pw menspesifikasikan password yang digunakan. # #bind_pw = #cache (IGNORED with a warning) #cache_expiry (IGNORED with a warning) #cache_size (IGNORED with a warning) # # Parameter-parameter di atas TIDAK LAGI DISUPPORT oleh Postfix. # Dukungan cache sudah dihilangkan dari OpenLDAP sejak release # 2.1.13. # Parameter recursion_limit menentukan kedalaman nesting maksimal # dari suatu DN (Distinguished Name) dan URL yang tercantum pada # parameter special_result_attribute. # #recursion_limit = 1000 # Parameter expansion_limit menentukan maksimum jumlah total # elemen yang diberikan (dalam bentuk list yang dipisahkan dengan # character koma) sebagai hasil pencarian (lookup) pada map. Nilai # 0 menonaktifkan batasan ini. Pencarian (lookup) gagal dengan # pesan temporary error jika batasan tercapai. Beri nilai 1 untuk # memastikan lookup tidak menghasilkan banyak nilai. Nilai default # adalah 0. # #expansion_limit = 0 # Parameter Size_limit menentukan jumlah entry LDAP yang # dihasilkan oleh tiap query LDAP sebagai bagian dari proses # lookup. Setting 0 menonaktifkan limit. Pemekaran dari referensi # URL dan DN melibatkan beberapa query yang bersifat nested # terhadap LDAP, dan tiap-tiap query harus memenuhi limit ini. # nilai default adalah $expansion_limit. # # Catatan: bahkan sebuah entry LDAP dapat menghasilkan lebih dari # satu hasil lookup, melalui beberapa atribut hasil dan/atau # beberapa nilai atribut hasil. Nilai ini membatasi pemakaian # resource untuk tiap query pada server LDAP, bukan perkalian # akhir dari hasil lookup, sebanding dengan pilihan "-z" pada # "ldapsearch". # #size_limit = 0 # Parameter deference menspesifikasikan cara menangani LDAP # aliases. Lihat manual ldap_open(3). # #dereference = 0 # Parameter domain membatasi pencarian LDAP hanya pada # domain-domain yang terdapat dalam list. # #domain = # Parameter start_tls menentukan apakah harus melakukan STARTTLS # pada saat koneksi ke server. STARTTLS membutuhkan protokol LDAP # versi 3. # #start_tls = no # Parameter tls_ca_cert_dir menspesifikasikan direktori yang # berisi, dalam sebuah file terpisah, sertifikat X509 Certificate # Authority yang akan dikenali oleh client pada koneksi SSL/TLS. # #tls_ca_cert_dir = # Parameter tls_ca_cert_file menspesifikasikan sebuah file yang # mengandung sertifikat X509 Certificate Authority yang akan # dikenali oleh client pada koneksi SSL/TLS. Prioritas untuk # settingan ini mendahului tls_ca_cert_dir. # #tls_ca_cert_file = # Parameter tls_cert sertifikat X509 pada client yang akan # digunakan dalam koneksi SSL/TLS. # #tls_cert = # Parameter tls_key menspesifikasikan private key yang berhubungan # dengan nilai pada parameter tls_cert di atas. # #tls_key = # Parameter tls_require_cert menentukan apakah untuk membangun # koneksi SSL/TLS harus meminta sertifikat X509 server dan mencek # validitasnya atau tidak. # #tls_require_cert = no # Parameter tls_random_file menspesifikasikan sebuah file untuk # mendapatkan nilai bit random ketika /dev/[u]random tidak # tersedian, untuk digunakan pada koneksi SSL/TLS. # #tls_random_file = # Parameter tls_cipher_suite menentukan jenis pengkodean (cipher) # yang digunakan dalam negosiasi SSL/TLS. # #tls_cipher_suite = # Parameter debuglevel menetapkan debug level dalam library # OpenLDAP #debuglevel = 0